TEROBOSAN

Puluhan Pengembang di Sumsel Antusias Ikuti Diklat

Administrator | Rabu, 15 Mei 2019 - 10:31:21 WIB | dibaca: 28 pembaca

Sekitar 81 anggota Realestat Indonesia (REI) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) antusias mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diadakan Badan Diklat DPP REI selama dua hari penuh di Harper Hotel, Palembang, dari 19-20 Februari 2019.

Para peserta begitu bersemangat sehingga sampai penutupan di hari kedua ruangan kelas masih tetap penuh. Seluruh peserta diklat membawa laptop masing-masing sehingga menjadi lebih mudah mengakses materi dari para pemateri yang seluruhnya di datangkan dari luar Sumsel.

Ketua DPD REI Sumsel, Bagus Pranajaya Salam menyebutkan peserta diklat berasal dari seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut yang dikoordinir oleh 5 komisariat yang sudah terbentuk. Dengan jarak kabupaten/kota yang sebagian besar cukup jauh dari Kota Palembang, diakuinya peranan komisariat dalam melakukan pembinaan dan melayani kebutuhan anggota REI se-Sumsel cukup berarti.

“Dengan jarak yang jauh dari Palembang, kami sudah membentuk 5 komisariat dan mengkaji 2 komisariat baru lagi. Diharapkan semua komisariat yang sudah terbentuk dapat mengakomodir kebutuhan anggota termasuk mengikuti diklat ini,” ungkap Bagus saat pembukaan diklat, Selasa (19/2/2019).

REI Sumatera Selatan sangat mengapresiasi program rutin DPP REI ini, dan berharap dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta sehingga anggota REI di daerah itu dapat menjadi pengembang profesional, handal dan tangguh.

Menurut Bagus, diklat di Sumsel ini merupakan angkatan ke-6, dimana dari sisi jumlah peserta yang mengikuti diklat, tahun ini adalah yang terbanyak dengan 81 orang. Hal itu menjadi bukti kalau program diklat ini sangat dibutuhkan dan diminati pengembang di daerah.

“Saya berharap diklat ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh anggota REI Sumsel, dan mengubah Anda semua menjadi pengembang tangguh tahan uji,” papar dia.

REI Sumsel tahun ini menargetkan dapat membangun 13 ribu unit rumah, meningkat dibandingkan pada 2018 sebanyak 12 ribu unit rumah, dimana 92% diantaranya adalah rumah subsidi berbasis KPR FLPP. Kebutuhan rumah di provinsi tersebut cukup tinggi, dimana menurut data angkanya mencapai sekitar 361 ribu unit.

Ujung Tombak Kemajuan
Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata yang hadir membuka Diklat DPD REI Sumsel Tahun 2019 menyampaikan rasa bangganya dapat berkumpul dengan pengurus dan anggota REI yang mengikuti diklat. Dirinya sejak awal kepengurusan telah berkomitmen menjadikan diklat sebagai program unggulan, salah satunya dengan membentuk Badan Diklat DPP REI.

Badan diklat ini, ungkap Eman (demikian dia akrab dipanggil) sangat penting. Kenapa? Karena Badan Diklat ini kalau di perusahaan ibaratnya seperti HRD (Human Resource Development). Fungsinya sebagai saringan mencari dan mendidik orang berkualitas di bidangnya masing-masing.

“Tanah dan mesin itu hanya sebuah alat, tetapi yang men-drive adalah orang-orangnya, sumber daya manusianya. HRD ini pintu awal kesuksesan sebuah perusahaan, posisinya vital untuk memperkuat organisasi,” papar Eman yang juga Presiden FIABCI Asia Pasifik itu.

Dia menginginkan Badan Diklat DPP REI menjadi ujung tombak kemajuan organisasi dari mulai menyeleksi anggota baru, mendidik dan melatih anggota sesuai kebutuhan yang diinginkan. Badan diklat bisa membuat standar rekrutmen anggota baru, sehingga pengembang yang masuk menjadi anggota REI adalah perusahaan yang benar-benar profesional.

“Menyenangkan sekali setiap bisa hadir di daerah, terutama di Sumsel ini. Bisa berkumpul dengan keluarga besar REI di semua daerah. Hampir 2,5 tahun ini waktu saya benar-benar saya curahkan untuk organisasi untuk melayani anggota semua. Sampai-sampai enggak sempat mengurus proyek sendiri,” seloroh Eman.

Dia mengucapkan selamat mengikuti diklat dan belajar dengan sungguh-sungguh. Ilmu adalah sesuatu yang tidak bisa dinilai harganya. Kalau orang membeli buku di toko buku, ungkap Eman, mungkin harganya hanya Rp 100 ribu, namun kalau ilmu di dalamnya dieksplor maka nilainya bisa menjadi miliaran rupiah.

“Itulah nilai tambah sebuah ilmu. Sebagai pengembang, developer pun harus selalu berupaya membuat nilai tambah di semua proyek-proyeknya,” pesan dia.

Menurut Kepala Badan Diklat DPP REI, MR Priyanto, secara nasional daerah yang paling banyak menggelar diklat adalah DPD REI Sumsel, yakni sebanyak enam kali. Selain karena bertambahnya jumlah anggota, ini membuktikan bahwa pengembang di Sumsel mempunyai perhatian untuk meningkatkan wawasan keilmuan di bidang perumahan khususnya.

Dia optimistis hingga akhir tahun ini seluruh daerah sudah melakukan diklat. Saat ini hanya tinggal sedikit (DPD REI) yang belum menyelenggarakan diklat dengan berbagai alasan. Salah satunya seperti Papua dan Papua Barat yang terkendala jarak antar daerah yang cukup jauh, sehingga biaya transportasinya besar.

Demikian juga Maluku Utara dan Maluku yang jumlah anggota aktifnya terbatas, serta Sulawesi Utara yang kemungkinan jumlah anggotanya yang membangun rumah subsidi tidak banyak.

“Nanti kami coba supaya daerah-daerah tadi yang berada di wilayah timur Indonesia dapat dibuatkan diklat gabungan, misalnya berlokasi di Surabaya. Kami sedang siapkan, dan akan diinformasikan segera,” ujar Priyanto.

Beberapa materi diklat yang disampaikan antara lain menyangkut aturan-aturan baru yang diterapkan pemerintah seperti aturan spesifikasi bangunan, pembiayaan, kebijakan perizinan, pertanahan dan perpajakan. Lalu, ungkap Priyanto, peserta diklat juga merasakan manfaat dari program penghitungan laba rugi dan cashflow perusahaan yang sangat mudah, yang diajarkan pada diklat. (Rinaldi)