SEPUTAR DAERAH

Musda REI Yogyakarta

Rama Adyaksa Janji Libatkan Seluruh Stakeholder

Administrator | Kamis, 24 Mei 2018 - 14:50:37 WIB | dibaca: 142 pembaca


Musyawarah Daerah Realestat Indonesia (Musda REI) DI Yogyakarta ke-X yang berlangsung awal Oktober 2017 lalu, telah menetapkan dan mempercayakan komando DPD REI DIY periode 2017-2020 kepada Rama Adyaksa Pradipta. Dia dianggap mumpuni melanjutkan kepemimpinan asosiasi perusahaan-perusahaan properti di daerah tersebut, menggantikan Nur Andi Wijayanto yang habis masa baktinya.

Pelaksanaan Musda ke-X REI Yogyakarta di Hotel Inna Garuda, sempat diwarnai ketegangan di kalangan peserta. Ini karena semula ada tiga calon yang mengajukan diri yakni Ilham Muhammad Nur, Ngatijan Suryo dan Rama Adyaksa Pradipta. Ketiganya bahkan sempat memaparkan visi dan misinya masingmasing, hingga akhirnya keduanya memilih untuk mengalihkan dukungan kepada kandidat terakhir yaitu Rama Adyaksa Pradipta.

“Terima kasih atas kepercayaan dan amanah untuk membawa tongkat estafet kepengurusan REI Yogyakarta tiga tahun ke depan. Sebenarnya saya tidak menggantikan Pak Andi, tapi meneruskan langkah yang sudah disusun bersama selama ini,” ungkap Rama yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPD REI DIY usai terpilih.

Rama mengaku akan fokus pada enam program kerja utama yakni peningkatan profesionalitas dan kompetensi anggota melalui pendidikan dan pelatihan secara tematis, dan berupaya mencari terobosan dan diversifikasi bentuk realestat yang fit in di masa penuh ketidakpastian dan perubahan.

Selain itu, dia akan memperkuat bargaining position REI DIY terhadap stakeholder dengan melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan, aktif mengadakan eksebisi dan publikasi untuk mempermudah pemasaran produk anggota, konsolidasi aset gedung kantor DPD REI dan tanah, serta melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan untuk merealisasikan pembuatan Kebun Buah REI seluas satu hektar.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutan tertulisnya menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam mewujudkan pembangunan perumahan di wilayahnya adalah persoalan ketersediaan lahan akibat mahalnya harga tanah.

“Saya menyadari terselenggaranya pembangunan perumahan dan kawasan pemukiman yang layak dan terjangkau dibutuhkan kebijakan yang strategis dan regulasi yang transparan,” ungkap Sri Sultan dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi DIY, Hananto Hadipurnomo.

Disampaikan, penyediaan perumahan merupakan salah satu sektor strategis untuk mendukung pembangunan manusia seutuhnya dan telah menjadi komitmen global dalam agenda habitat dan Millenium Development Goals (MDGs). Program perumahan dan kawasan pemukiman juga merupakan 10 program prioritas nasional, ungkap Sri Sultan.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, dengan daya pikatnya itu maka Yogyakarta menjadi magnet yang mampu menarik investasi baik dari lokal maupun asing. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi pengurus ke depan.

“Kita ketahui bahwa industri properti saat ini sedang kurang baik. Dengan adanya pergantian pengurus, diharapkan dapat menyuntikkan semangat baru untuk perbaikan iklim usaha properti di wilayah Yogyakarta,” kata dia.

Eman, sapaan akrab Ketua Umum DPP REI melanjutkan, Pemerintah sedang berjuang untuk memastikan tercapainya kesejahteraan masyarakat. Saat ini, pelaku usaha properti berada di dalam pusaran arus tersebut sehingga menjadi bagian dari upaya pemerintah terkait penyediaan perumahan dan permukiman yang layak. BRN