ASPIRASI DAERAH

Rangkul Pemangku Kepentingan, REI Gorontalo Komit Dukung PSR

Administrator | Selasa, 06 Februari 2018 - 13:37:40 WIB | dibaca: 12 pembaca

Ketua DPD REI Gorontalo, Arifin Djakani

Pengembang yang tergabung dalam DPD Realestat Indonesia (REI) Gorontalo menyatakan komitmen dan kesiapan untuk mendukung Program Sejuta Rumah (PSR) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Langkah ini juga sejalan dengan posisi REI sebagai garda terdepan dalam membangun rumah rakyat.

Tahun ini, REI Gorontalo menargetkan pembangunan 2.500 unit rumah subsidi, dimana hingga Juli 2017 sudah terealisasi sebanyak 1.305 unit.

“Kami terus mengejar realisasi pembangunan supaya dapat mencapai target yang dipasang, bahkan mungkin dapat melampaui target tersebut,” ungkap Ketua DPD REI Gorontalo, Arifin Djakani kepada Majalah RealEstat, baru-baru ini.

Dia menambahkan, jumlah pengembang di Provinsi Gorontalo saat ini berkisar 100-an perusahaan. Hampir 80% atau 80-an perusahaan merupakan anggota REI yang mayoritas membangun rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Saat ini daerah yang menjadi lokasi pengembangan rumah subsidi di Gorontalo antara lain di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato. Sementara di Kota Gorontalo saat ini banyak dibangun rumah non-subsidi (komersial).

“Langkah kebijakan REI Gorontalo ini tidak terlepas dari arahan dan petunjuk Ketua Umum REI Soeleman Soemawinata dan Sekjen REI Totok Lusida, terutama dalam hal melindungi para anggota REI sehingga nyaman dalam berusaha,” tegas Arifin.

Terpilih setahun lalu melalui Musyawarah Daerah REI Gorontalo ke-IV di Hotel Grand-Q Gorontalo untuk periode 2016-2019, Arifin Djakani langsung memacu pembangunan rumah rakyat. Bahkan, dua bulan pasca terpilih sebagai Ketua REI Gorontalo, Ketua Fraksi-Demokrat di DPRD Provinsi Gorontalo itu telah melakukan berbagai langkah-langkah strategis.

Antara lain menerbitkan sejumlah MoU dengan seluruh stakeholder, termasuk dengan bupati-bupati menyangkut perizinan, dengan PLN, juga dengan kejaksaan menyangkut proses pembebasan lahan yang dalam hal diadvokasi pendampingan hukum dengan melibatkan unsur dari kantor Gubernur, Polda, BPN dan perbankan.

“Alhamdulillah, semuanya menyambut baik dan sampai saat ini hubungan maupun komunikasi yang harmonis terus terjalin. Karena yang ingin kami lakukan ini tidak terlepas pada upaya untuk turut menyukseskan program Pemerintah, yakni Program Sejuta Rumah,” papar Arifin.

Terobosan apa lagi yang sudah dilakukannya untuk mendorong pembangunan rumah subsidi di provinsi tersebut? Menurut Arifin, secara personal dirinya sudah mencetuskan dan menggodok satu peraturan daerah (perda) bersama rekan-rekannya di DPRD Provinsi Gorontalo. Perda tersebut dinamakan Perda Perumahan dan Pemukiman.

“Dan Alhamdulillah peraturan daerah itu sudah terlaksana. Misalnya, dari segi perizinan, pemasaran itu bisa dibantu oleh perbankan, dan lain sebagainya,” jelas dia.

Langkah riil lain yang sedang dilakukan sebagai wujud dukungan dalam membantu terwujudnya Program Sejuta Rumah adalah REI Gorontalo sedang menyiapkan pembangunan 500 unit rumah subsidi di atas lahan sekitar 20 hektar di Kabupaten Gorontalo, 600 unit di atas lahan sekitar 17 hektar di Kabupaten Bone Bolango, dan di Gorontalo Utara 15 hektar. Menurut Arifin, saat ini izin masih dalam proses pengurusan. RIN