ASPIRASI DAERAH

REI Banten Peduli Bencana Tsunami Pandeglang

Administrator | Selasa, 17 September 2019 - 10:11:29 WIB | dibaca: 247 pembaca

Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD-REI) Banten menyerahkan bantuan uang tunai sebesar rp 150 juta secara simbolis bagi para korban bencana tsunami di Selat Sunda yang terjadi beberapa waktu lalu. Penyerahan diterima pemerintah kabupaten (pemkab) Pandeglang, Banten, Selasa (14/5/2019).

Ketua DPD REI Banten, Roni H. Adali sesaat setelah menyerahkan bantuan dari pengembang REI Banten kepada Sekda Pandeglang Pery Hasanudin didampingi Assisten Pemkesra Agus Priyadi Mustika di ruang kerja Sekretaris daerah, menyebutkan REI merupakan suatu organisasi yang membawahi beberapa pengembang di Banten termasuk Pandeglang.

“Sebenarnya ketika kejadian tsunami terjadi REI Banten telah menyalurkan bantuan juga berupa logistik yaitu makanan, selimut dan obat-obatan untuk para korban,” ujar Roni.

Dia berharap bantuan uang tunai Rp 150 juta ini dapat bermanfaat untuk membantu dan meringankan beban masyarakat Pandeglang pasca bencana. REI menyerahkan pendistribusian bantuan tersebut kepada Pemkab Pandeglang.

Sekretaris Daerah Pery Hasanudin menyampaikan ucapan terima kasih kepada REI Banten yang telah peduli dan memberikan sumbangsihnya untuk korban bencana tsunami warga Pandeglang.

“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk korban bencana tsunami, kita akan serahkan kepada para korban yang sedang membutuhkan,” janjinya.

Musibah tsunami yang melanda penduduk sekitar pantai Pandeglang dan Kabupaten Serang telah menyebabkan ratusan orang meninggal, ribuan orang mengalami luka ringan sampai berat, dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Target Rumah Subsidi
Sementara itu, menanggapi pembangunan rumah subsidi di provinsi tersebut, Roni mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan pembangunan rumah subsidi sebanyak 17.500 unit.

Dia tetap yakin walau tahun ini ada kegiatan politik yang banyak menyita perhatian rakyat. “Kami tetap harus eksis dan memproduksi rumah subsidi karena Banten salah satu kontributor terbesar Program Sejuta Rumah (PSR),” kata dia.

REI Banten bahkan sejak awal tahun sudah gencar melakukan pembangunan dan diharapkan di semester kedua 2019 pasokan akan semakin meningkat menyusul rencana keluarga harga baru rumah subsidi.

“Kami manfaatkan kuartal pertama ini untuk fokus membangun,” ungkap Roni, baru-baru ini. REI Banten mematok target yang sama dengan 2018 yakni sebanyak 15.000 unit pada 2019.

“Pembangunan pada 2019 untuk MBR masih tetap stabil dan tidak jauh dengan kondisi 2018. Mungkin akan naik, tapi tidak besar antara lain didukung program baru dari pemerintah untuk ASN, TNI, Polri dan kelompok milenial,” kata Roni.

Jumlah ASN, TNI, dan Polri di Banten diperkirakan sekitar 3.000-an orang. Adapun yang sudah memiliki rumah, baru sekitar 2.700 orang. Sehingga, Roni memprediksi segmen MBR akan tetap didominasi permintaan dari ketiga instansi tersebut.

Meskipun pemerintah sudah mendorong pembangunan rumah bagi ASN, TNI, dan Polri pada 2018, namun diakui belum ada kerjasama yang signifikan dari ketiga instansi itu untuk menggerek penyerapan rumah bagi personilnya. Sehingga, REI Banten berharap ada perubahan signifikan dalam realisasi di 2019.

“Pada 2018, serapan oleh ASN, TNI, dan Polri tidak sampai 10% di Banten. Dengan beragam kemudahan, mudah-mudahan tahun ini akan lebih baik realisasinya. Apalagi dukungan dari pemerintah untuk ini juga makin tinggi,” papar dia.

Hingga 2018, jumlah anggota REI di Banten mencapai 330 orang, dengan 60% diantaranya merupakan pengembang yang membangun rumah MBR. Adapaun tiga daerah yang paling banyak dibangun rumah bersubsidi yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang. Ketiga daerah itu favorit di Banten, sehingga menjadi titik konsentrasi pembangunan rumah rakyat.

REI mengharapkan dukungan pemerintah daerah terlebih untuk mempermudah perizinan. Roni menerangkan, properti merupakan lokomotif dari pergerakan ekonomi yang bertindak sebagai sektor riil. Pembangunan properti akan menstimulus pertumbuhan industri-industri lain, menumbuhkan penyerapan tenaga kerja, serta pendapatan daerah akan naik melalui pajak. (Rinaldi)