ASPIRASI DAERAH

REI Bengkulu Dukung Status KEK Pulau Baai

Administrator | Rabu, 20 November 2019 - 09:37:10 WIB | dibaca: 182 pembaca

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tengah memperjuangkan Pulau Baai menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Perubahan status yang diusulkan sejak 2018 lalu itu diyakini akan berdampak positif terhadap perekonomian Bengkulu. Malah, Pemprov Bengkulu optimistis dengan operasionalisasi KEK Pulau Baai akan menyulap Bengkulu menjadi pengendali inflasi sekaligus beranda ekonomi di kawasan barat Sumatera.

Proyeksi dari Bank Indonesia juga memperkuat asumsi bahwa perubahan status Pulau Baii menjadi KEK akan memicu pertumbuhan ekonomi Bengkulu diatas 6 persen.

“Itu pula alasannya mengapa kepengurusan DPD REI Bengkulu masa bakti 2019 – 2022 memiliki Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus. Adanya bidang yang baru ini diharapkan akan ikut mendorong serta mengurai hambatan yang dihadapi terkait upaya pengembangan KEK,” ucap Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Bengkulu, Suprayitno, usai pengukuhan Pengurus DPD REI Bengkulu periode 2019 – 2022, di Bengkulu, baru-baru ini.

Pembangunan infrastruktur tol Trans Sumatera yang terus dikebut oleh Presiden Joko Widodo diharapkan dapat membawa berkah untuk memajukan kawasan sekitarnya. Tidak terkecuali bagi provinsi yang berjuluk Bumi Rafflesia. “Proyek tol Trans Jawa telah menghubungkan Provinsi Lampung dengan Sumatera Selatan. Tersedianya infrastruktur diyakini akan ikut memicu perekonomian di sekitarnya. Kami berharap Bengkulu juga ikut merasakan dampak itu,” tutur Suprayitno.

Potensi perekonomian yang ditumbuhkan oleh adanya KEK ini tentu akan menciptakan peluang usaha properti, utamanya disektor perumahan. Sejumlah perusahaan properti skala nasional juga sudah mulai melirik peluang tersebut. “Saat ini sudah ada beberapa perusahaan pengembang nasional yang berminat. Meskipun masih dalam tahap penjajakan,” ungkapnya.

Masih di subsektor industri properti, lanjut Suprayitno, saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha perhotelan mulai menjajaki guna penetrasi ke wilayah tersebut. “Malah ada satu bendera hotel dari jaringan internasional kabarnya akan segera beroperasi,” ujarnya.

Benahi Skill Anggota
Menyikapi bakal ramainya pengembang dari luar Bengkulu, imbuh Suprayitno, pihaknya ingin agar anggota REI Bengkulu secepatnya berbenah diri. Hal ini demi mengantisipasi persaingan usaha yang akan semakin ketat seiring bakal masuknya pesaing.

“Mayoritas pengusaha yang baru menekuni bidang developer tidak memahami tata urutan kerja yang benar. Aspek legal biasanya diabaikan, sehingga mereka menabrak tata urutan kerja. Ketika cashflow sudah habis, ternyata pemasaran rumah belum bisa dijalankan dan akhirnya akan menyalahkan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Guna mengatasi kendala yang banyak dialami anggota baru tersebut, Suprayitno berjanji akan memfasilitasi pola pendampingan serta pembelajaran bagi pengusaha kategori pemula. “Ada wadah yang akan kami siapkan untuk berbagi pengalaman kepada developer pemula. Kendala atau keluhan mereka juga akan ditampung dan ditelisik seperti apa solusi yang paling aman,” pungkasnya. (Oki Baren)