ASPIRASI DAERAH

REI Bengkulu Pacu Pembangunan Rumah Rakyat

Administrator | Jumat, 12 Januari 2018 - 10:04:58 WIB | dibaca: 293 pembaca

Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (REI) Bengkulu tahun ini menargetkan pembangunan 6.000 unit rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Guna memacu dan memenuhi target tersebut, REI Bengkulu terus meningkatkan kerjasama dan hubungan baik dengan seluruh stakeholder termasuk dengan perbankan, yaitu Bank BTN.

"Kami optimistis target 6.000 unit akan tercapai paling lambat Agustus 2017," ungkap Ketua DPD REI Bengkulu, Taman, kepada RealEstat, baru-baru ini.

Diungkapkan, hingga Mei 2017, realisasi pembangunan rumah subsidi di Bengkulu telah mencapai 1.098 unit. Padahal pembangunan praktis baru dilakukan pada Maret 2017.

Menurut Taman, target optimis dibuat hingga Agustus supaya masih ada banyak waktu hingga akhir tahun jika ada kendala dalam proses pembangunan.

Adapun 6.000 unit rumah di Bengkulu tersebut akan dibangun di sejumlah titik di wilayah Provinsi Bengkulu, baik kabupaten maupun kota. Pada tahun lalu, permintaan rumah paling banyak berasal dari Kota Bengkulu. Pada 2016, DPD REI Bengkulu berhasil merealisasikan pembangunan 3.250 unit rumah MBR hingga akhir tahun lalu.

PACU PEMBANGUNAN
Meski di Bengkulu PP 64 Tahun 2016 Tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah, belum sepenuhnya berjalan, namun REI Bengkulu terus memacu pembangunan.

"Sepengetahuan saya baru di Kabupaten Kepayang yang sudah jalan (PP 64/2016) itu. Di daerah lain kami terus berproses dan rutin mengadakan pertemuan dengan masing-masing pemerintah daerah," ungkap Taman.

Selama ini REI Bengkulu telah bertemu langsung dengan sejumlah walikota dan bupati di Bengkulu untuk membahas mengenai penerapan kemudahan perizinan pembangunan rumah rakyat, namun diakui masih banyak kepala daerah yang enggan menerapkan PP 64 tersebut. Selain berusaha dari daerah, diakui Taman, pihaknya bersama DPP REI juga berupaya mendorong terealisasinya kebijakan pemerintah itu dari tingkat pusat.

Diakui pembangunan rumah di Bengkulu masih terkendala masalah klasik seperti perizinan dan pungutan-pungutan liar. Namun, kerjasama dan hubungan baik dengan seluruh stakeholder terus dijaga dan dipertahankan.

REI Bengkulu memiliki anggota 108 perusahaan developer yang membangun rumah MBR. Taman menjelaskan hanya 10% pasar non-subsidi yang bergerak di Bengkulu. TPW