Kilas Berita

REI Kembali Beri Apresiasi untuk Atlit Beprestasi

Administrator | Senin, 25 Februari 2019 - 13:46:44 WIB | dibaca: 149 pembaca

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) dan Pengurus Besar Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) memberikan bonus masing-masing satu unit rumah kepada pasangan ganda campuran tenis Indonesia peraih emas di Asian Games 2018, Christoper Rungkat dan Aldila Sutjiadi. Hadiah ini sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi anak bangsa yang telah mengharumkan nama Indonesia.

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengungkapkan, pemberian bonus rumah kepada atlit nasional ini adalah yang kedua kali dilakukan REI setelah sebelumnya satu unit rumah di Lombok Utara diberikan kepada juara dunia Atletik U-20 untuk nomor 100 meter putra di Tempere Finlandia, Lalu Muhammad Zohri.

Asosiasi perusahaan properti terbesar dan tertua di Indonesia pun bertekad untuk terus mendukung kemajuan olahraga nasional melalui salah satu kompetensi REI yakni menyediakan rumah. Menurut Eman, demikian dia akrab dipanggil, apresiasi terhadap atlit-atlit berprestasi sebenarnya sudah pernah menjadi tradisi di keluarga besar REI khususnya di awal-awal organisasi tersebut berdiri. Tradisi baik itulah, kata dia, yang akan dikobarkan kembali.

“REI ini adalah bagian dari masyarakat, sehingga apa yang kami lakukan bersama PB Pelti ini mewakili nurani masyarakat Indonesia, bahwa kita bangga dan berterimakasih kepada para atlit yang sudah berjuang demi bangsa dan negara. Ini bentuk rasa syukur kita semua,” ungkap Eman usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Ketua Umum PB Pelti Rildo Ananda Anwar menyerahkan dua unit rumah kepada Christoper dan Aldila, di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Dua unit rumah yang dihadiahkan kepada Christoper dan Aldila berlokasi di Perumahan Permata Mutiara Maja, Banten. Rumah bertipe 36 komersial tersebut siap huni dan sudah dilengkapi perabotan (full furnished).

Menurut Eman, kedua petenis ini patut mendapatkan apresiasi karena meski tidak ditargetkan meraih medali, namun keduanya mampu menyumbang emas untuk kontingen Indonesia. Sekaligus menghapus dahaga prestasi tenis Indonesia setelah terakhir kali menyabet emas di kategori ganda campuran pada Asian Games 1990 melalui pasangan Yayuk Basuki dan Hary Suharyadi.

Patut Dicontoh
Ketua Umum PB Pelti, Rildo Ananda Anwar menyampaikan terimakasih atas support REI terhadap pembinaan atlit tenis nasional melalui bidang usahanya sebagai pengembang perumahan. Dia berharap langkah serupa dapat dicontoh dan dilakukan asosiasi-asosiasi usaha yang lain sesuai kompetensi bisnisnya.

“Kami menyampaikan terimakasih atas support REI terhadap Pelti dan kedua atlit berprestasi ini. Pak Eman menyampaikan keinginan untuk memberikan apresiasi kepada Christoper-Aldila dan bertanya bagaimana caranya. Saya bilang ya kasih rumah saja sesuai kompetensi REI. Dan ini kan prestasi, karena setelah 28 tahun kita bisa dapat emas lagi,” kata Rildo.

Aldila Sutjiadi mewakili atlit penerima hadiah rumah menyampaikan terimakasih kepada PB Pelti dan REI yang sudah memberikan dukungan kepada mereka berdua.

“Terimakasih dari kami berdua khususnya kepada Pak Rildo yang terus membimbing kami semua. Juga kepada REI yang sudah memberikan apresiasi rumah ini. Kami bersyukur bisa meraih medali emas dan membanggakan Indonesia,” kata Aldila.

Permata Mutiara Maja adalah kawasan perumahan seluas 200 hektar yang dikembangkan PT Bukit Nusa Indah Perkasa (BNIP). Lokasinya persis bersebelahan dengan Citra Maja Raya yang dikembangkan Ciputra Group.

Pengembang ini berkomitmen membangun 2.000 unit rumah untuk mendukung Program Sejuta Rumah yang direncanakan oleh pemerintah. Kawasan perumahan ini masuk dalam rencana pengembangan Kota Baru Maja. Berjarak hanya 800 meter dari stasiun commuter line Maja, pengembangan perumahan Permata Mutiara Maja mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD). Seperti diketahui, kawasan Maja berdasarkan Perpres No 2 Tahun 2015 telah ditetapkan sebagai simpul ekonomi baru dan salah satu lokasi prioritas pembagunan dengan total area pengembangan mencapai 10.000 hektar. (Rinaldi)