AKTUAL

REI Komit Pacu Anggota Pasok Rumah Bersubsidi

Administrator | Rabu, 20 Desember 2017 - 13:55:52 WIB | dibaca: 108 pembaca

Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata menyambut gembira dan siap mendukung penuh komitmen Presiden Jokowi dalam pembangunan rumah rakyat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Apalagi REI sudah mengikrarkan diri sebagai garda terdepan membangun rumah rakyat.

Kami senang sekali Bapak Presiden Jokowi berkenan meninjau lokasi proyek rumah subsidi yang dibangun anggota REI yakni PT Karya Pama Marga Abadi di Balikpapan. REI memang fokus membangun rumah MBR sekarang, dan kami punya target membangun 200 ribu unit rumah rakyat di 2017, sehingga kunjungan ini diharapkan memacu pengembang di daerah lain untuk memasok lebih banyak rumah rakyat,” ujar pria yang akrab dipanggil Eman itu usai mendampingi Presiden Jokowi.

Eman yang sempat meninjau sejumlah lokasi perumahan rakyat milik anggotanya di Balikpapan itu menambahkan semangat pengembang daerah cukup tinggi membangun rumah subsidi. Di Provinsi Kalimantan Timur saja, tahun ini target akan dibangun 8.000 hingga 10.000 unit rumah, dan hingga Juni 2017 sudah terealisasi separuhnya.

Dia memastikan REI akan terus membangun rumah rakyat guna membantu pemerintah menyediakan rumah layak dan terjangkau. Namun, Eman juga mengharapkan supaya program mulia ini juga disupport penuh stakeholder lainnya.

Dikatakan, ketika REI ingin berlari kencang, harus akui justru dukungan dari sejumlah stakeholder belum maksimal. Dia merujuk pada perizinan, sertifikasi tanah yang lama atau pasokan listrik di sejumlah daerah yang masih jadi kendala.

“Pengembang kan sudah selesaikan proyeknya sesuai spek yang ditentukan. Jadi ini perlu disupport oleh stakeholder yang lain misal perbankan, pemda, PLN, PDAM dan BPN. REI berharap semua stakeholder bisa optimal mendukung program sejuta rumah,” papar Eman.

Menurut dia, penyediaan listrik dan air bersih merupakan salah satu syarat untuk akad kredit. Kalau spiritnya tidak sama, kemudian pasokan listrik atau air lama, maka akad kredit tertunda dan yang menderita adalah pengembang, karena menanggung bunga kredit konstruksi (modal kerja) yang tinggi. Padahal membangun rumah subsidi marginnya cukup kecil yakni dibawah 10 persen.

“Kalau enggak bisa jualan dan harus bayar bunga pinjaman modal kerja terus, nanti boro-boro untung malah colaps,” kata dia.

Eman kembali mengimbau seluruh anggota REI di seluruh Indonesia untuk terus memacu bahkan mempercepat pembangunan rumah rakyat. Menurut dia, pengembang fokus saja pada pasokan, sementara dari sisi permintaan dia yakin pemerintah akan melakukan berbagai hal supaya rakyat makin terjangkau beli rumah. RIN