Kilas Berita

REI Optimistis Bangun 200.000 Rumah Subsidi di 2017

Administrator | Kamis, 07 Juni 2018 - 15:00:52 WIB | dibaca: 121 pembaca

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) optimistis mampu mencapai target pembangunan 200.000 unit rumah rakyat hingga akhir tahun ini. Per September 2017, realisasi pembangunan rumah subsidi oleh anggota REI disebutkan sudah mencapai 140.000-150.000 unit. Angka itu belum termasuk realisasi pembangunan 14.000 unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) oleh REI DKI Jakarta.

“Kami optimis pembangunan 200.000 rumah subsidi bisa tercapai, bahkan mungkin bisa melampaui. Data rincinya sekarang masih didata oleh tim sekretariat, karena data-data kan harus dikumpulkan dari setiap DPD REI. Semoga jelang penutupan tahun sudah diperoleh angka pastinya dan dipublish ke publik,” kata Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata usai membuka Turnament Futsal Property Cup XI yang diadakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) di Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (28/10).

Hadir pula pada seremonial pembukaan tournament futsal tersebut Ketua Umum DPP Apersi Juneidi Abdillah, Sekjen DPP Apersi Daniel Djumali, Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman dan Kepala Puskom Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja.

Menurut Eman, demikian dia akrab dipanggil, REI ingin membuktikan kepada pemerintah bahwa komitmen organisasi yang dia pimpin sebagai garda terdepan membangun rumah rakyat, bukan sekadar slogan, namun dibuktikan lewat kontribusi nyata terhadap Program Sejuta Rumah (PSR). REI, kata dia, punya posisi strategis untuk berkarya mendukung program-program strategis pemerintah.

“Kami akan terus membangun rumah untuk MBR. Banyak daerah yang realisasinya sudah melampaui target seperti Banten, Kalimantan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara. Bahkan di Jawa Barat, ada satu pengembang yang sudah membangun 30.000 unit rumah subsidi, ini tentu semangat yang patut diapresiasi,” ungkap dia.

Eman menegaskan, dalam tiga tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, Program Sejuta Rumah sangat vital dan penting. Sebab dengan adanya program tersebut, pembangunan hunian untuk MBR bisa didorong dan dikelola dengan lebih baik. Sebaliknya, kalau tidak ada PSR, dia meyakini program pembangunan rumah rakyat bakal tidak terarah.

Sementara itu, Ketua Forwapera M. Ridaf Sukri mengatakan turnament futsal yang rutin digelar setiap tahunnya itu merupakan ajang silaturahmi dan mempererat keakraban di antara keluarga besar komunitas properti di Indonesia. Sebanyak 16 tim futsal ikut serta bertanding memperebutkan Piala Menteri PUPR, Piala Ketua Umum REI, Piala Ketua Umum Apersi, dan Piala Dirut Bank BTN. Serta uang tunai total senilai Rp 25 juta.

“Ini merupakan bagian dari kontribusi Forwapera dalam membangun kesehatan fisik dan mental insan-insan di industri properti. Dan Alhamdulillah, minat peserta setiap tahun terus meningkat, dengan latar belakang tim peserta beragam dari developer, perbankan, instansi pemerintah, dan industri penunjang properti lainnya,” kata Eky, panggilan Ketua Forwapera. RIN