TOPIK KHUSUS

REI Resmi Luncurkan Lembaga Sertifikasi Profesi

Administrator | Selasa, 13 November 2018 - 15:13:48 WIB | dibaca: 40 pembaca

Bertempat di Mahligai Resident Gubernur Bangka Belitung, Kamis (12/4/2018) di tengah acara welcome dinner HUT REI ke-46, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia menoreh sejarah baru dengan meluncurkan secara resmi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) REI. Disaksikan ribuan pasang mata anggota asosiasi tersebut dari seluruh penjuru Tanah Air.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata setelah peluncuran LSP REI menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi ini krusial karena pengadaan perumahan bukanlah proyek yang mudah. Harus ada standar pengetahuan dan keterampilan yang wajib dikuasai anggota REI.

‚ÄúREI berkomitmen menjaga dan meningkatkan kualitas rumah subsidi yang dibangun oleh anggotanya sesuai arahan pemerintah. Antara lain dengan menerapkan sertifikasi pengembang yang ditargetkan dapat diberlakukan pada tahun ini. Dengan sistem yang nanti sudah berjalan sekaligus membantu mitra kami dari perbankan untuk bekerja menyalurkan dana subsidi FLPP,‚ÄĚ tegas Eman, demikian dia akrab dipanggil.

Sertifikasi yang bakal dilakukan REI meliputi kerangka hunian layak huni. Standar kompetensi untuk pengembang ini akan membangun sumber daya manusia yang kompeten di bidang properti.

Eman menambahkan, standar kompetensi ini sangat penting mengingat dari 4.500 anggota REI di seluruh Indonesia, sekitar 3.500 diantaranya membangun rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selain itu 1.200 membangun perumahan non-subsidi.

Sebelumnya, pada awal Januari 2018, REI telah mengantongi izin dari Badan Sertifikasi Nasional (BSN). Ada pun sertifikasi ini diberlakukan pada setiap individu. Jenis sertifikasinya antara lain; pembebasan lahan, manajamen konstruksi, pemasaran dan keuangan.

Meskipun begitu, setiap orang bisa memiliki lebih dari satu sertifikat. Pasalnya, ada 17 kompetensi yang perlu melalui sertifikasi. Ke depan, REI akan merancang pula sertifikasi khusus untuk perusahaan misalnya berdasarkan nilai kapitalisasi, lokasi proyek, dan jumlah proyek.

Meski ada perusahaan pengembang baru, tetapi sudah berpengalaman selama 30 tahun di properti, dia tetap mendapatkan sertifikasi yang berbeda dengan perusahaan yang pemiliknya masih baru.

‚ÄúPengembang itu tidak hanya membangun lingkungan fisik tetapi juga harus membangun lingkungan sosial. Dengan tujuan utama itu, kita rumuskan kompetensi apa yang dibutuhkan untuk para pengembang bisa dapat sertifikat,‚ÄĚ papar Eman.

Dukungan Pendiri
Peluncuran LSP REI mendapat dukungan penuh dari pendiri dan ketua umum pertama REI, Ir. Ciputra. Menurut Pak Ci, REI sebagai suatu organisasi perusahaan yang sudah eksis selama 46 tahun di bidang real estat sepatutnya mempunyai standar kompetensi kerja sesuai bidangnya.

‚ÄúStandardisasi itu perlu dan penting. Prakarsa REI membentuk lembaga profesi berbasis kompetensi dalam industri real estat adalah langkah strategis, terutama di era kompetisi terbuka seperti saat ini. kita membutuhkan SDM di bidang real estat yang memiliki integritas, profesionalisme, dan entrepreneurship untuk menghasilkan karya properti berkualitas,‚ÄĚ kata dia.

Real estat adalah industri multidisiplin ilmu, bahkan trans disiplin ilmu. Oleh karena itu, kata Pak Ci, REI butuh personil dan enterpreneurship multitalenta yang mengerti ilmu lintas sektoral yang terkait satu sama lain. Dia menambahkan, seorang enterpreneuer di bidang real estat dituntut memiliki inovasi yang tinggi mulai dari penataan tanah hingga penguasaan tata ruang, pembangunan, pengolahan, dan pengembangan kawasan.

‚ÄúTentunya juga diperlukan kepekaan bisnis,‚ÄĚ tegas pengusaha properti senior tersebut. Pak Ci menegaskan dukungan penuhnya terhadap REI dan kepengurusan REI di bawah pimpinan Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata dan Sekjen DPP REI Totok Lusida. Dia mengingatkan REI terus melakukan terobosan-terobosan besar demi kesejahteraan anggotanya.

‚ÄúTerkait kompetensi real estat, sebagai pelaku bisnis saya ingin ikut sumbangsih berupa ide dan gagasan dari berbagai karya cipta yang sudah kami lakukan,‚ÄĚ kata dia. (Rinaldi)