TEROBOSAN

Kerjasama dengan PT Taspen (Persero)

REI Siap Bangun Perumahan Pensiunan ASN

Administrator | Senin, 01 Oktober 2018 - 16:12:22 WIB | dibaca: 30 pembaca

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) berkomitmen mendukung penyediaan perumahan bagi pensiunan aparatur sipil negara (ASN). Komitmen tersebut diperkokoh melalui kerjasama DPP REI bersama PT Taspen (Persero) selaku penjamin dana pensiunan ASN serta dukungan pembiayaan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan PT Bank Mandiri Taspen.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan kerjasama ini merupakan sebuah terobosan besar. Karena sebelumnya REI juga sudah menandatangani MoU dengan Korpri untuk penyediaan perumahan ASN dan kerjasama penyediaan rumah bagi prajurit TNI dan Polri melalui MoU dengan Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP).

“Kesepakatan-kesepakatan tersebut merupakan bagian dari program kerja prioritas REI untuk penyediaan rumah bagi ASN, TNI/Polri dan kini pensiunan ASN,” kata Eman, demikian dia akrab dipanggil.

Penandatanganan MoU dilakukan pada 12 Februari 2018 di Jakarta oleh Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata didampingi Sekretaris Jenderal DPP REI Totok Lusida, Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro, Direktur Utama BTN Maryono, dan Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso.

Dalam perjanjian kerjasama tersebut, Taspen bertanggungjawab mengenai informasi dan data peserta yang membutuhkan hunian atau berminat memiliki hunian. Sedangkan Bank BTN dan anak usaha Taspen yakni Bank Mandiri Taspen, bertindak selaku penyedia fasilitas kredit atau pembiayaan kepada peserta untuk membeli hunian yang dibangun pengembang anggota REI.

Disebutkan Eman, kerjasama ini dapat menghapus birokrasi di bidang keuangan. Dimana seluruh rakyat Indonesia termasuk mereka yang sudah memasuki usia pensiun akan tetap memiliki hak yang kesempatan yang sama untuk dapat memiliki rumah.

“Pengembang anggota REI tidak akan menolak calon konsumen yang usianya sudah memasuki pensiun atau sudah pensiun sekalipun. Asalkan mereka sudah mengantongi rekomendasi dari PT Taspen dan didukung pembiayaannya baik oleh BTN atau pun Bank Mandiri Taspen,” tegas dia.

REI pada tahun 2018 ini menargetkan pembangunan 250 ribu unit rumah bersubsidi dan 200 ribu unit rumah non subsidi. Target rumah subsidi itu meningkat dibandingkan realisasi pada 2017 sebanyak 206 ribu unit rumah.

Berdasarkan data Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) pada 2016 terdapat 960.000 orang dari 4,5 juta ASN di Indonesia yang belum memiliki hunian karena beragam alasan antara lain akibat kendala finansial serta lokasi hunian yang tidak strategis.

“Kita tahu kebutuhan perumahan sangat tinggi, dan rumah menjadi tumpuan bagi masyarakat. Ini sinergi yang cukup komplit. Ada BTN serta Bank Mandiri Taspen yang mendukung sisi finansialnya, dan dukungan pengembang anggota REI yang akan membangun rumahnya,” kata Direktur Utama PT Taspen, Iqbal Latanro.

Ringankan Peserta
Iqbal menyatakan, skema kredit khusus pengadaan rumah bagi pensiunan ini memungkinkan masa angsuran hingga nasabah berusia 70 tahun. Dengan masa angsuran yang panjang, maka peserta Taspen bisa diringankan dalam membayar uang muka atau angsuran rumah. Skema kredit ini bisa diperoleh peserta Taspen yang masih aktif, menjelang pensiun, atau sudah masuk masa pensiun.

Selama ini, jelas Iqbal, para pensiunan tak dapat mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) karena terbentur aturan batas usia. Namun Taspen menerapkan kebijakan repayment capasity yang lebih longgar dimana peserta penerima uang pensiun Rp 4,5 juta per bulan diperkenankan untuk memiliki angsuran KPR hingga maksimal Rp 3 juta karena dia sudah pensiun.

Selain itu, uang pensiun yang dianggap terlalu kecil juga menyulitkan pemenuhan syarat perbankan. Namun dengan adanya jaminan dari Taspen, kendala-kendala itu bisa diatasi.

“Kita harapkan perjanjian kerjasama ini longterm karena pendanaannya juga bersifat jangka panjang. Dengan kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan hingga 30% dari total KPR yang disalurkan,” imbuh Direktur Utama Bank BTN, Maryono.

Dijelaskan Maryono, saat ini tercatat sebanyak 6,7 juta peserta Taspen dimana sebagian diantaranya sudah menjadi nasabah di BTN. Kalau rata-rata peserta Taspen menabung di BTN minimal Rp 1 juta per orang, ungkap dia, maka bisa terjaring dana masyarakat hingga Rp 670 miliar. Jumlah tersebut bisa menambah dana murah sehingga menambah cost of fund BTN secara keseluruhan.

Dirut Bank Mantap Josephus K Triprakoso memastikan bahwa pihaknya melayani setiap pengajuan KPR dari peserta Taspen. Sinergi ini akan saling melengkapi. Menurut dia, Bank Mantap akan menyesuaikan target pendanaan bagi peserta Taspen yang masih aktif maupun yang memasuki usia pensiun.

“Pembiayaan akan kami sesuaikan dengan potensi pasar serta ketersediaan pasokan rumah yang ada. Kami sebenarnya sudah mulai melakukan pendanaan bagi peserta Taspen untuk di wilayah Jawa Barat,” papar Josephus. BRN