ASPIRASI DAERAH

REI Sulut Naikkan Target Rumah MBR di 2018

Administrator | Rabu, 06 Juni 2018 - 10:16:53 WIB | dibaca: 20 pembaca

Ketua DPD REI Sulawesi Utara, Ruddy Kululu

Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Utara (Sulut) berencana menambah target pembangunan rumah bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada 2018 menjadi 5.000 unit. Meningkat dibandingkan target pembangunan pada 2017 sebanyak 4.000 unit.

"Kami di sini bersemangat sekali untuk membangun rumah bersubsidi terlebih REI sudah mencanangkan diri menjadi garda terdepan dalam pembangunan rumah rakyat. Untuk itu, tahun depan kami naikkan target lagi menjadi 5.000 rumah demi mencapai target Program Satu Juta Rumah,” ungkap Ketua DPD REI Sulawesi Utara, Ruddy Kululu, yang dihubungi Majalah Realestat, baru-baru ini.

Menurut Ruddy, kenaikan target tersebut realistis mengingat target pada 2017 yakni 4.000 rumah hampir tercapai. Hingga September 2017, REI Sulut sudah berhasil membangun lebih dari 3.000 rumah dan masih optimis mencapai 4.000 rumah hingga akhir 2017. Di Sulut, saat ini ada sebanyak 107 pengembang anggota REI atau sekitar 70% yang fokus pada pembangunan rumah bagi MBR.

Dia mengakui bahwa pembangunan rumah subsidi sepanjang tahun ini hampir tidak ada hambatan. Berbagai persoalan mampu diatasi DPD REI melalui cara membangun komunikasi dan kesepahaman dengan berbagai stakeholder perumahan. Ditambah lagi, beberapa kemudahan telah diberikan pemerintah.

“Stimulus juga datang dari pihak perbankan yang memberikan banyak kemudahan bagi konsumen dari segi pembiayaan yang membuat sehingga realisasi target dapat dicapai, “ ungkap dia.

Meski hampir berjalan sangat mulus, pembangunan rumah bagi MBR yang dilakukan REI Sulut juga mendapat hambatan di salah satu kota di provinsi tersebut karena Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota tersebut berubah. Akibat perubahan tersebut, pembangunan menjadi tertahan sementara waktu. Dari 15 kabupaten/kota di Sulut hampir seluruhnya terdapat pembangunan rumah untuk MBR. Saat ini, tinggal Kabupaten Kepulauan Talaud yang belum ada pembangunan rumah bagi MBR.

“Talaud masih dalam penjajakan, mudah-mudahan tahun depan sudah mulai bisa dibangun rumah MBR di sana sehingga menambah angka realisasi di Sulut,” ungkap Ruddy.

Sebagian besar pembeli rumah subsidi di Sulut didominasi oleh swasta dan sisanya ada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini, pasar rumah MBR mendominasi penjualan rumah di Sulut. Sedangkan untuk komersial masih slow down kecuali rumah di bawah Rp 300 juta.

Daya beli yang menurun menyebabkan rumah komersial tahun ini cukup lesu. Ditambah lagi dengan harga tanah yang merangkak naik dengan beberapa infrastruktur yang dibangun seperti jalan Tol Manado-Bitung. “Memang agak sulit kalau cari lahan apalagi di Manado harganya sudah naik. Jangankan untuk komersial, untuk subsidi saja harganya terus naik,” papar dia.

Kalau pun ada lahan di area Manado yang bisa dibeli dengan harga yang lebih terjangkau akan tetapi lokasinya jauh dari akses jalan umum. Saat ini, harga rumah subsidi di Manado dijual dengan batasan harga Rp 129 juta per unit. TPW