TOPIK UTAMA

REI Teman Setia Mendukung Tapera

Administrator | Kamis, 20 September 2018 - 14:14:21 WIB | dibaca: 68 pembaca

Foto: Istimewa

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) sejak dulu terus mendukung dan mendorong terbentuknya Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Bahkan sejak pembahasan awal sekitar tahun 2004, REI selalu dilibatkan dalam pembahasan Tapera baik oleh pemerintah maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata menyambut baik rencana Tapera yang akan menyediakan dana-dana jangka panjang bagi pembiayaan perumahan. REI sendiri, kata dia, sebagai asosiasi pengembang terbesar di Indonesia sudah sejak lama mendukung realisasi Tapera.

“Dengan jumlah penduduk yang sangat banyak dana yang dihimpun tentu akan sangat berguna bagi masyarakat dan bila memungkinkan mengurangi angka backlog,” jelas lelaki yag biasa dipanggil Eman tersebut.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP REI bidang Kerjasama Investasi, Artur MD. Batubara. Menurut dia, realisasi Tapera sudah sangat ditunggu. Apalagi selama ini seluruh stakeholder terkait juga dilibatkan dalam penyusunan RPP Tapera.

“Potensi dana akan sangat besar, meski tidak serta-merta akan terkumpul di tahun pertama. Namun, dana yang besar untuk kepemilikan rumah akan sangat ditunggu. Apalagi selama ini, masalah pembiayaan karena belum tersedianya dana-dana jangka panjang,” jelas Artur.

Menurut Artur, dana Tapera bisa jadi menjawab upaya memenuhi hunian buat rakyat karena akan menambah daya beli peserta tabungan. REI berharap Tapera bisa menjadi Central Provident Fund (CPF), lembaga perbankan khusus perumahan seperti yang dimiliki Singapura yang sudah terbukti mampu mengatasi permasalahan penyediaan papan di negara tersebut.

Wakil Ketua Umum DPP REI bidang Perbankan dan Pembiayaan, Umar Husin menambahkan dengan adanya dana Tapera akan mengurangi kesenjangan (gap) pembiayaan perumahan yang selama ini terjadi.

“Selama ini terjadi mismatch, karena kredit perumahan dibiayai dari dana-dana jangka pendek. Sehingga dengan adanya dana jangka panjang dari Tapera seharusnya pembiayaan perumahan di Indonesia bisa lebih sempurna,” kata Umar.

Namun, Wakil Ketua Umum DPP REI bidang Pembangunan Perumahan Sejahtera Tapak, Conny Lolyta Rumondor, mengingatkan supaya dana Tapera dikelola badan yang profesional. Menurut dia, dana tersebut akan sangat besar dan jika dikelola oleh badan yang tidak mumpuni dikhawatirkan disalahgunakan. Apalagi mengingat dana Tapera diamanahkan hanya untuk keperluan perumahan rakyat.

“Harus ada bank sendiri untuk Tapera karena dana ini akan besar sekali,” ujar dia. TPW