Kilas Berita

Roman Ceramics Luncurkan Produk Untuk Area Luar

Administrator | Rabu, 10 Juli 2019 - 14:04:21 WIB | dibaca: 131 pembaca

Produsen keramik, Roman Ceramics menghadirkan solusi praktis dan tempat untuk area-area luar ruangan dengan meluncurkan produk bernama Hardrock. Diklaim sekeras batu, Hardrock terbuat dari campuran material yang berasal dari alam dengan ketebalan 20 mm dan berat 600 kilogram, serta berukuran 30x30 cm dan 60 x 60 cm.

“Produk ini tidak mudah berubah warna karena paparan sinar matahari.Selain itu, dapat bertahan sepanjang masa,” kata General Manager Marketing PT Satya Langgeng Sentosa (Roman Ceramics), Jimin Suman, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dia menambahkan, Hardrock mempermudah para arsitek maupun urban planner menciptakan ruang-ruang terbuka yang nyaman, fungsional dan indah untuk mengakomodir penduduk perkotaan yang membutuhkan aktifitas tinggi, tidak saja di dalam bangunan (interior) tetapi juga di luar bangunan (eksterior).

Selain itu, Hardrock dipersembahkan sebagai solusi kebutuh-an penutup permukaan (surface covering) area luar ruang (external build environment) bisa berupa pelataran luas di sekeliling gedung-gedung, jalur pedestrian, area parkir, hardscape diantara landscaping penghijauan, dapat pula sebagai solusi cerdas penutup bidang-bidang vertikal sebagai bagian dari desain arsitektur urban landscape.

Namun, ke depannya, produk ini juga akan dirilis untuk diapli-kasikan di dalam ruangan (indoor). “Untuk keperluan indoor, kami akan bikin lebih halus,” ucapnya.

Lebih jauh, Jimin menjelaskan, Hardock tidak memiliki pori sehingga mudah dibersihkan dan mudah perawatannya. Selain itu, tahan cuaca, tidak berubah warna, dengan tampilan alami (diproduksi dengan teknologi digital), dan mampu bertahan sepanjang masa (everlasting).

Produk Hardrock dibanderol sekitar Rp 250 ribu per meter persegi. “Sementara untuk target penjualan khusus belum ada. Tiap tahun, Roman selalu merilis minimal 12 produk baru atau satu bulan satu produk anyar,” jelas Jimin.

Setiap tahun, dia melanjutkan, akan ada evaluasi dari setiap produk yang dikeluarkan. Umur masing-masing produk itu bervariasi life time-nya. Ada yang bertahan lama atau sebentar. “Kami evaluasi setiap setahun sekali. Meski produk baru, jika satu tahun tidak bagus penjualannya dan kurang diminati konsumen, ya kami akan setop produksinya,” jelasnya. (Taria Dahlan)