SEJUTA RUMAH

Sejuta Rumah Untuk Rakyat

Sejuta Rumah Untuk Rakyat

Administrator | Rabu, 14 Oktober 2015 - 20:58:04 WIB | dibaca: 895 pembaca

Untuk mengatasi hunian di Indonesia bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah mencanangkan Hari Perumahan Nasional diperingati setiap tanggal 25 agustus.  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus melakukan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai pembangunan infrastrukur termasuk pemenuhan hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia. salah satunya adalah Program Sejuta Rumah. Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hunian di Indonesia khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Demikian disampaikan Eko Heri Purwanto Sesditjen Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR pada Obrolan PUPR yang disiarkan Radio RRI, Rabu (19/8) di Jakarta. Turut hadir dalam acara tersebut Poltak Sibuea Direktur Perencanaan Perumahan, Kementerian PUPR dan Andri Patria Nusantara GM Divisi PMO Proyek Strategis PT Perum Perumnas. Acara tersebut juga dihadiri LSM/ Asosiasi Perumahan, mahasiswa dan media.

Menurut Heri, langkah kongkrit pemerintah salah satunya adalah mengajak stakeholder perumahan untuk mendukung program tersebut. Stakeholder terdiri dari berbagai pihak antara lain developer atau pengembang, perbankan dan lembaga pengamat.

“Kami mengkoordinaskan para stakeholder sehingga kami bersama – sama dapat mendukung Program Sejuta Rumah. Progres dari pemerintah sejakground breaking di sembilan titik oleh Presiden saat ini ada yang sudah mencapai  70-80% pembangunan dan ada yang masih dalam proses perijinan,” ujar Heri.

Program Sejuta Rumah ditujukan untuk memenuhi backlog rumah yang mencapai 13,5 juta unit. Selain pembangunan perumahan, pemerintah juga mencanangkan program kredit pemilikan rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR/FLPP). FLPP memberikan uang muka sebesar satu persen dan suku bunga pinjaman sebesar lima persen. Jangka waktu pinjaman diberikan hingga 20 tahun. FLPP dengan dana Rp 25 triliun berasal dari bendahara umum negara ditujukan untuk rumah susun. Kementerian PUPR berupaya memperjuangkan insentif bagi mereka yang tinggal di rumah susun. penyaluran FLPP sudah mencapai 40% dengan daftar tunggu skema KPR hingga 20.000 pemohon.

Poltak Siburea mengungkapkan, Pemerintah melalui Dirjen Penyediaan Perumahan mengalokasikan FLPP sebesar Rp 5,1 triliun untuk 60.000 unit rumah.

“Hingga akhir Juli telah terealisasi Rp 4,1 triliun dengan 54.540 unit rumah. Artinya, anggaran yang kita sediakan 5,1 triliun diperkirakan agustus ini akan terserap habis. Pada akhir 2015 sudah bisa dipastikan akan kehabisan dana untuk FLPP. Agar bantuan Pemerintah tidak berhenti, maka Pemerintah memberikan skema subsidi selisih bunga pengganti FLPP, sehingga masyarakat yang mengakses KPR tetap mendapatkan manfaat sama seperti FLPP. Yakni menerima beban bunga hanya 5% hingga 20 tahun.

Program sejuta rumah perlu dukungan semua stakeholder diantaranya Kementerian Dalam Negeri yang tengah merevisi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 tentang Pedoman Pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) agar pemerintah daerah dapat memberikan keringanan dan kemudahan dalam penerbitan IMB.

Sementara, PT Perum Perumnas juga melakukan langkah nyata untuk mendukung Program Sejuta Rumah. Andi mengatakan,  PT Perum Perumnas melakukan modifikasi terhadap Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) diubah untuk mendukung program. Yakni,  dengan memperbanyak dana rumah bagi MBR, walau pendapatan perusahaan berkurang. PT Perum Perumnas juga membangun beberapa lokasi membangun rumah murah di tengah kota contohnya di Cengkareng.