TOPIK UTAMA

Sektor Pariwisata Bakal Jadi Penyumbang Devisa Terbesar

Administrator | Rabu, 13 Maret 2019 - 15:28:15 WIB | dibaca: 126 pembaca

Sektor pariwisata saat ini menjadi inti (core) penting bagi Indonesia yang menyumbang devisa cukup besar bagi perekonomian nasional. Tidak hanya itu, sektor ini juga telah membuktikan diri sebagai pencipta lapangan kerja yang sangat luas.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengungkapkan Indonesia menjadi salah satu negara tercepat dalam pertumbuhan pariwisata di dunia. Pada 2017, sektor pariwisata nasional tumbuh tercepat nomor 20 di dunia, sedangkan di 2018 masuk dalam nomor 9 terbesar dari sisi pertumbuhan. Dari sisi jumlah wisatawan, selama 2017, jumlah wisatawan di Indonesia naik 22%.

“Pariwisata nasional pada 2018 tumbuh 20%. Di ASEAN, market kita tumbuh 7%, di dunia tumbuh 6,4% atau dengan kata lain kita tumbuh tiga kali lipat dari market,” kata Menpar saat menjadi pembicara utama di hadapan 1.500 orang pelaku usaha properti yang hadir pada acara FIABCI Global Business Summit 2018 di Nusa Dua Bali, Kamis (6/12/2018).

Arief mengaku sangat beruntung menjadi Menteri Pariwisata di era Presiden Jokowi saat ini yang menjadikan pariwisata sebagai leading sektor pembangunan Indonesia. Pemerintah, kata dia, akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas pariwisata nasional yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Tahun 2019, sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menyumbang devisa terbesar di Indonesia yaitu US$ 24 miliar. Hal itu berarti kontribusi industri pariwisata akan melampaui sektor migas, dan dampak devisa yang masuk dapat langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi kalau dulu sumber devisa utama kita bersumber dari migas dan non migas, maka nanti di 2019 akan disebut bersumber dari pariwisata non pariwisata. Mumpung tidak ada Pak Jonan (Menteri ESDM-red),” ungkap Arief berseloroh yang disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.

Sebelumnya, digelar seminar tentang tourism development yang menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Hary Tanoesoedibjo (Chairman MNC Group), Hiramsyah Thaib (Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas), Vanessa Brokmann (Fraunhofer Institute for Industrial Enginering IAO-The Future Hotel), Alexander Nayoan (Advisor to The Jakarta Hotels Association), dan Luigi & Zino (PrinsSugar City, MICE - Amsterdam).

Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menegaskan acara FIABCI yang diadakan di Bali ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepercayaan investor terhadap potensi pariwisata nasional. Dia berharap sektor properti dan pariwisata dapat maju bersama-sama sehingga mendorong ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat.

Dia mengungkapkan pariwisata menjadi penting bagi pondasi ekonomi karena mendatangkan devisa yang tidak sedikit. Hal itu terlihat dari total wisatawatan yang berkunjung ke Indonesia selalu bertambah setiap tahunnya. Tercatat pada 2017 turis yang datang ke Indonesia mencapai 16 juta orang, sekitar 40% datang ke Bali dan 30% ke Jakarta.

“Angka itu masih sangat kecil dibandingkan misalnya kunjungan wisatawan ke Phuket (Thailand) yang pada 2017 mencapai 16 juta hingga 17 juta orang. Intinya, potensi sektor pariwisata tumbuh itu masih besar sekali,” ungkap Hary.

Namun diakui masih banyak ‘peer’ yang harus diselesaikan Pemerintah Indonesia terutama mengenai infrastruktur pendukung pariwisata seperti akses jalan, bandara, pelabuhan dan sarana transportasi lain. Dia juga menyoroti lonjakan wisatawan lokal yang menggunakan pesawat udara yang jumlahnya sudah mencapai 140 juta orang, dan pertumbuhan pengguna kereta api yang pesat.

“Sehingga potensi bisnis hospitality sangat menarik. Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih buat sektor ini,” ujar dia.

Sebagai pemain baru di industri properti dan pariwisata, MNC Group mengaku membuka diri kepada investor terutama dari luar negeri untuk bekerjasama dengan catatan memiliki chemistry dan misi yang sama. Saat ini grup tersebut sedang mengembangkan properti terpadu di Tanah Lot Bali dan Lido Bogor.

Ajak REI Terlibat
Sementara itu, Hiramsyah S Thaib dalam talkshow tersebut memaparkan strategi-strategi perkembangan pariwisata Indonesia, khususnya 10 Bali Baru dan Kawasan Ekonomi Khusus, termasuk insentif fiskal dan non-fiskal seperti tax holiday, kemudahan akuisisi lahan serta peningkatan koordinasi infrastruktur.

Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo telah berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas program percepatan pembangunan, salah satunya melalui dukungan infrastruktur untuk membuka akses menuju kawasan wisata unggulan.

“Saya menantang pengembang anggota REI untuk turut mengembangkan pariwisata di Indonesia di antaranya dengan pembangunan hotel, resor, wisata pertanian, wisata penangkapan ikan, dan lain sebagainya yang dituangkan dalam 10 program prioritas sektor pariwisata,” ujar Hiramsyah. Vanessa Brokmann menyoroti pentingnya inovasi dalam pengembangan bisnis perhotelan saat ini. Baik dari sisi desain bangunan hotel, maupun konsep. The Future Hotel misalnya, saat ini sedang melakukan riset mengenai hotel masa depan. (Rinaldi)