PAMERAN

Semarak Pameran Rumah Subsidi di Bumi Lancang Kuning

Administrator | Jumat, 05 Januari 2018 - 14:19:50 WIB | dibaca: 413 pembaca

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggelorakan minat masyarakat untuk membeli rumah.

Salah satunya dengan menggelar pameran perumahan bersubsidi bertajuk “Pesta KPR Subsidi FLPP 2017” di GOR Remaja Pekanbaru, Riau, dari 13-17 Juli 2017.

Direktur Utama PPDPP Budi Hartono saat membuka pameran tersebut mengungkapkan melalui pameran ini pihaknya berharap masyarakat berpenghasilan rendah semakin mudah dalam mendapatkan informasi dan mengakses rumah murah.

“Sekaligus untuk mendukung Program Sejuta Rumah,” ungkap dia di Pekanbaru, baru-baru ini. Secara nasional, saat ini angka backlog rumah mencapai 11,4 juta unit. Sedangkan backlog di Riau dilaporkan mencapai 462.000 unit rumah.

Budi berharap pameran perumahan subsidi yang diadakan di Pekanbaru ini dapat membantu mengurangi kekurangan rumah di daerah tersebut. Tahun ini pemerintah melalui PPDPP sudah menyiapkan anggaran senilai Rp 3,1 triliun untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki rumah

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti menambahkan rumah bukan hanya bangunan yang berfungsi untuk tempat tinggal, tapi juga merupakan sarana untuk membina keluarga dan mempunyai peran strategis dalam pembentukan watak dan kepribadian bangsa.

“Menempati rumah yang layak huni merupakan hak dasar warga Indonesia, di mana pemenuhan hak ini merupakan tangung jawab bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, para pengembang perumahan, dan masyarakat,” kata Lana Winayanti saat memberikan sambutan pembukaan pameran tersebut.

Pameran rumah rakyat di Pekanbaru diikuti oleh 40 pengembang, 5 perbankan dan juga pemda setempat. Acara tersebut dilakukan dalam rangka mensosialisasikan program KPR Bersubsidi dan memfasilitasi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dalam memperoleh akses ke pembiayaan untuk memiliki rumah.

Sesuai dengan RPJMN Tahun 2015-2019, Kementerian PUPR ikut mendorong terwujudnya target nasional di bidang perumahan, salah satunya adalah skim KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 900 ribu unit dan KPR Swadaya sebanyak 450 ribu unit.

Provinsi Riau termasuk provinsi yang pertumbuhan ekonominya tinggi, sehingga kebutuhan akan perumahan terus meningkat. Saat ini Provinsi Riau menduduki peringkat ke-6 dalam penyaluran KPR Bersubsidi. Pengembang diharapkan dapat lebih bergairah membangun rumah bagi masyarakat, sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah yang ditetapkan pemerintah daerah sehingga pembangunan perumahan dapat menjadi bagian dari sistem perkotaan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan hal penting dalam membangun suatu daerah adalah penataan kotanya. Apabila penataan kota sudah teratur sehingga akses dapat lebih mudah dicapai, maka akan tercipta lapangan kerja dan pada akhirnya daya beli masyarakat untuk perumahan pun terjangkau. TPW