TOPIK KHUSUS

Sibaru, Cara Baru Pemda Ajukan Program Perumahan

Administrator | Jumat, 03 September 2021 - 14:51:53 WIB | dibaca: 93 pembaca

Selain Sipetruk, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga mematangkan penerapan aplikasi Sistem Informasi Bantuan Perumahan (Sibaru) yang akan mempermudah pemerintah daerah (pemda) dalam mengusulkan program dan bantuan perumahan di tengah masa pandemi. 


"Pada masa pandemi Covid-19 ini kami tetap menerima usulan bantuan perumahan dari pemerintah daerah lewat Sistem Informasi Bantuan Perumahan (Sibaru),” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Senin (5/7/2021).

Menurut Khalawi, Kementerian PUPR akan terus mendorong pem- bangunan infrastruktur dan perumahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya untuk membantu masyarakat untuk memiliki hunian yang layak huni adalah melalui pelaksanaan Program Sejuta Rumah (PSR).

Melalui PSR, imbuhnya, pemerintah mendorong gerakan bersama antar pemangku kepentingan bidang perumahan untuk meningkatkan jumlah pembangunan rumah di Indonesia. Rumah yang layak huni juga dinilai mampu meningkatkan Kesehatan masyarakat agar bisa terhindar dari paparan virus Covid-19.

“Sibaru akan mempermudah pemerintah daerah dalam mengusulkan usulan bantuan perumahan kepada Kementerian PUPR. Selain tidak perlu bertatap muka atau mengajukan proposal secara langsung, le- wat sistem tersebut kami ingin koordinasi program perumahan tetap berjalan, memangkas waktu dan pengajuan proposal serta mendorong pengawasan program perumahan untuk masyarakat di daerah,”terangnya.

Lebih lanjut, Khalawi menambahkan, Sibaru merupakan inovasi Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR untuk mengajak pe- merintah daerah untuk lebih bersemangat dalam melaksanakan PSR di seluruh Indonesia di masa pandemi ini.

Sebagai informasi, Sibaru mengintegrasikan seluruh sistem peruma- han yang ada ada saat ini seperti Sistem Informasi Rumah Susun (Sirusun), Sistem Informasi Rumah Khusus (Sirusus), Sistem Informasi Rumah Umum dan Komersial (SiRUK) dan E-RTLH.

Pemerintah daerah dapat mengakses aplikasi Sibaru melalui mesin pencari (browser internet) dengan mengetikkan laman sibaru perumahan. pu.go.id atau dengan mengklik tombol SIBARU pada bagian aplikasi di website Direktorat Jenderal Perumahan yakni www.perumahan.pu.go.id.

Keberadaan Sibaru diharapkan dapat mengintegrasikan sistem Program Sejuta Rumah sekaligus mempermudah pemerintah pusat dan daerah untuk koordinasi program perumahan, memangkas waktu dan pengajuan proposal serta mendorong pengawasan program perumahan untuk masyarakat di daerah.

“Dengan aplikasi Sibaru ini antinya Pemda tidak perlu lagi mengirim proposal tapi bisa mengusulkan proposal dan masuk ke sistem ini. Setelah usulan bantuan perumahan dari Pemda masuk ke Sibaru, kami akan verifikasi dengan tingkat prioritasnya dan kebijakan pemerintah untuk membangun rumah yang layak bagi masyarakat,”terang Khalawi.

Aplikasi Sibaru juga diharapkan membuat pengusulan bantuan perumahan dalam penggunaan dana APBN dapat fokus dan tepat sasaran, serta memiliki manfaat ekonomi, memberi manfaat untuk rakyat, dan meningkatkan kese- jahteraan rakyat.

Hingga akhir Mei 2021, Kementerian PUPR mencatat capaian Program Sejuta Rumah sudah mencapai 312.290 unit rumah. Capaian tersebut terdiri atas 284.970 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 27.320 unit rumah non-MBR.

Pembangunan rumah untuk MBR yang dilaksanakan Kementerian PUPR tercatat 92.295 unit, pemerintah daerah 23.853 unit, pengembang perumahan 165.471 unit, dan masyarakat 3.351 unit. Sementara itu, rumah untuk non-MBR dibangun pengembang sebanyak 18.051 unit dan masyarakat 9.269 unit.

Khalawi optimistis angka tersebut makin meningkat karena pembangunan perumahan serta fasilitas pendukung untuk hunian masya- rakat pun terus berjalan di lapangan.

Anggaran Perumahan
Sementara itu, Kementerian PUPR meng usulkan anggaran sebesar Rp 28,2 triliun untuk bantuan pembiayaan perumahan pada tahun 2022.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto mengatakan anggaran tersebut ditargetkan untuk alokasi bantuan pembiayaan perumahan sebanyak 200.042 unit.

Rinciannya, untuk program bantuan Fasili- tas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 23 triliun dengan target sebanyak
200.000 unit. Kemudian, alokasi program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Ta- bungan (BP2BT) sebesar Rp 1,6 miliar dengan target 42 unit.

“BP2BT itu targetnya 42 unit dengan catatan ini dapat di top up sesuai dengan kebutuhan dan kinerja pada saat tahun berjalan,”ungkap Eko.

Selain itu, alokasi bantuan Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebesar Rp 4,39 triliun dengan target 769.903 unit dan alokasi program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) yang merupakan komplementer dari FLPP sebesar Rp 812 miliar dengan target 200.000 unit. (Rinaldi)
 
 
Sumber: