PEMBIAYAAN

Sejak Agustus 2018

SMF Telah Salurkan Dana KPR FLPP Rp 948 Miliar

Administrator | Jumat, 10 Mei 2019 - 10:07:50 WIB | dibaca: 95 pembaca

Foto: Istimewa

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sejak Agustus 2018 hingga Januari 2019 telah merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP kepada 28.932 debitur dengan total dana mencapai Rp 948 miliar. Penyaluran KPR FLPP dilakukan melalui 10 bank penyalur KPR FLPP yang merupakan bagian dari realisasi program FLPP 2018 sebesar Rp 5,896 triliun.

“Penyaluran KPR FLPP merupakan komitmen SMF dalam Program Penurunan Beban Fiskal yang direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah melalui program KPR FLPP yang berkoordinasi dengan BLU-PPDPP Kementerian PUPR,” ungkap Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo kepada wartawan, baru-baru ini.

SMF telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan Bank Penyalur KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menurut Ananta, kerjasama dengan bank penyalur dilakukan untuk mewujudkan ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dia meyakini lewat sinergi Program Sejuta Rumah (PSR) dapat tercapai.

Sementara itu, hingga 2018, total dana yang dialirkan SMF ke pasar pembiayaan primer perumahan sebesar Rp 47,5 triliun. Dengan rincian, akumulasi penyaluran pinjaman SMF sejak 2005 sebesar Rp 37,3 triliun dan nominal transaksi sekuritisasi KPR yang difasilitasi perseroan Rp 10,5 triliun.

SMF merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tahun 2005, yang mengemban tugas sebagai special mission vehicle (SMV) untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. SMF juga berperan menyediakan dana jangka menengah dan panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan kepada bank serta penyaluran KPR.

Pertumbuhan Bisnis
Perusahaan pada 2019 mengaku tidak akan terlalu agresif, sehingga hanya menargetkan pertumbuhan bisnis sekitar 5%-10%. Beberapa langkah yang akan dilakukan SMF di tahun ini antara lain:

Pertama, akan melakukan pendampingan ke lembaga penyalur KPR yang berupa konsultasi dan pelatihan, sehingga penyalurpenyalur dapat meningkatkan jumlah penyaluran KPR.

Kedua, SMF berencana untuk meningkatkan penyaluran KPR di Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian timur. Hal itu mengingat selama ini distribusi penyaluran KPR masih didominasi wilayah Indonesia bagian barat.

Per 2018, penyaluran KPR ke Indonesia barat adalah sebesar 78%, disusul Indonesia tengah sebesar 20%, dan Indonesia bagian timur sebesar 2%. Meski begitu, diakui bahwa besaran penyaluran KPR sangat tergantung pada besaran jumlah penduduk dan kebutuhan perumahan di setiap wilayah.

Ketiga, SMF akan meningkatkan sosialisasi ke masyarakat terutama generasi milenial untuk meningkatkan kesadaran memiliki rumah. Dengan begitu penyaluran KPR dapat digenjot.

Diungkapkan, seperti dikutip dari kontan.co.id, pertumbuhan bisnis yang dimaksud adalah terdiri dari segmen revenue, sekuritisasi hingga penyaluran pinjaman KPR.

Pertumbuhan bisnis revenue ditargetkan bisa berada di atas Rp1,3 triliun. Sedangkan untuk segmen bisnis sekuritisasi ditargetkan bisa tumbuh dari Rp 2 triliun menjadi Rp 2,2 triliun. (Rinaldi)