TEROBOSAN

Tingkatkan Kompetensi Anggota, REI Gelar Diklat di Banten

Administrator | Senin, 15 Oktober 2018 - 14:33:58 WIB | dibaca: 57 pembaca

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kompentensi anggotanya di seluruh Indonesia. Secara rutin, hampir setiap bulan digelar pendidikan dan pelatihan (diklat) secara bergiliran di seluruh Indonesia.

Di pengujung Maret lalu, diklat diadakan di Provinsi Banten yang diselenggarakan oleh Badan Diklat DPP REI dan DPD REI Banten. Pelatihan untuk para developer ini ditujukan agar anggota REI mampu melakukan pembangunan perumahan layak huni sesuai standar yang ditentukan pemerintah.

Diklat berlangsung selama dua hari dari 21-22 Maret 2018 di Hotel Amaris, Serang. Ketua DPD REI Banten, Roni H. Adali mengatakan pengembang harus mengikuti dan mengetahui regulasi-regulasi yang berlaku sehingga dalam melakukan pembangunan tidak menyalahi aturan pemerintah dan rumah yang dihuni masyarakat berkualitas. Selain itu, diklat ini penting karena REI segera menerapkan sertifikasi kompetensi di bisnis properti.

“Pendidikan dan pelatihan ini programnya dipilih. Di Banten ini merupakan diklat yang ke-12, dan selanjutnya akan digelar di daerah-daerah lainnya karena berkaitan dengan rencana uji kompetensi tadi,” kata Roni kepada wartawan usai pembukaan diklat oleh Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata, Rabu (21/3/2018).

Diakuinya, selama ini masih banyak developer yang bekerja tidak profesional dengan membangun dan menjual rumah tanpa memikirkan kualitasnya. Hal itu selain merugikan konsumen juga merusak nama pengembang lain yang sudah melakukan ketentuan dan standar kualitas.

Oleh karena itu, REI Banten mendukung upaya Kementerian PUPR untuk menertibkan pengembang yang tidak profesional tersebut. Salah satunya dengan mendorong semua developer rumah subsidi berbasis FLPP bernaung di bawah asosiasi pengembang.

Menurut Roni, karena pembangunan rumah subsidi merupakan program pemerintah pusat, maka sewajarnya pemerintah daerah ikut mendukung program strategis nasional tersebut, salah satunya dengan mempermudah perizinan.

Materi Uji Kompentensi
Ketua Badan Diklat DPP REI, MR Prijanto, menjelaskan saat ini REI memiliki 35 DPD yang secara merata akan disinggahi Badan Diklat DPP REI. Pihaknya menyadari hampir sekitar 70% pengembang anggota REI bergerak dalam pengembangan rumah sederhana atau rumah subsidi.

Selain menghadapi keterbatasan modal kerja, tidak jarang pengembang di segmen ini mengalami keterbatasan pengetahuan di bidang properti. Oleh karena itu, diklat-diklat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan daya saing pengembang terlebih di daerah.

“Materi diklat yang kami berikan ini berbasis kompetensi. Artinya bahwa materi yang diberikan kepada anggota ini meru-pakan yang bisa digunakan untuk uji kompetensi di bidang real estat, khususnya yang berbasis kompetensi pembangunan perumahan layak huni,” ungkap Prijanto.

DPP REI sudah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang sudah mengantongi izin dari pemerintah, dan dalam waktu dekat diharapkan sudah dapat melakukan uji kompetensi bagi pelaku industri real estat bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan begitu, seluruh materi yang diberikan di diklat berkaitan dengan materi uji kompetensi nantinya.

Menurut Prijanto, materi-materi yang disampaikan menyentuh seluruh bagian pembangunan perumahan dari mulai aspek perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan (pembangunan) hingga pemanfaatan dan pengendalian dari perumahan yang sudah dibangun.

Misalnya para peserta mendapatkan materi bagaimana menilai kelayakan lokasi yaitu melakukan survei untuk menentukan kondisi tanah dan lokasi, kemudian cara melakukan verifikasi legalitas tanah tersebut, juga bagaimana peruntukan lahan dan rencana tata ruangnya.

Para peserta juga diberikan ilmu bagaimana melakukan survei tanah yang berkaitan dengan sumber air bersih, ketersediaan jaringan listrik bagaimana dan akses transportasi. (Rinaldi)