SEPUTAR DAERAH

Tinjau Rumah Rakyat di Riau Pemerintah Perketat Kontrol Kualitas Rumah Subsidi

Administrator | Senin, 08 Januari 2018 - 12:44:14 WIB | dibaca: 171 pembaca

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memenuhi target Program Satu Juta Rumah khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah MBR). Tidak sekadar mengejar kuantitas, pemerintah pun fokus pada peningkatan kualitas rumah subsidi.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau proyek penyediaan rumah tapak (landed house) bersubsidi untuk MBR di Perumahan Griya Setia Bangsa, Kampar, Pekanbaru, Riau, Minggu (23/7/2017) menegaskan bahwa tahun depan pemerintah akan tingkatkan anggaran subsidi rumah bila peminat rumah bersubsidi banyak.

“Kita akan tambahkan lagi tahun depan, agar lebih banyak lagi rumah yang bisa disubsidi, dibangun swasta tapi atas back up subsidi pemerintah,” kata Presiden Jokowi.

Sasaran konsumen dari rumah murah ini adalah mereka yang berpenghasilan antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per bulan. Sehingga, biaya angsuran setiap bulannya sangat ringan jika dibandingkan dengan biaya sewa rumah sebesar Rp 600 ribu per bulan.

“Cicilan untuk 15 tahun, kurang lebih Rp 900 ribu per bulan, kalau yang 20 tahun bisa Rp 780 ribu per bulan. Beda tipis dengan mengontrak,” tuturnya.

Turut mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Mensesneg Pratikno, Gubernur Riau Arsyad Juliandi Rachman, Bupati Kampar Azis Zaenal, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti, Direktur Utama Bank BTN Maryono dan Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Umar Husin.

Untuk mengontrol kualitas perumahan bersubsidi, Presiden Jokowi mengungkapkan akan terus blusukan meninjau pembangunan rumah bersubsidi di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus mengawasi kualitas pembangunan yang dilakukan para pengembang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan untuk meningkatkan kualitas rumah subsidi yang dibangun, Kementerian PUPR akan melakukan pembahasan bersama bank-bank penyalur subsidi, developer dan stakeholder lainnya untuk menyusun rating kualitas perumahan dengan menjadikan salah satu perumahan subsidi yang dinilai baik sebagai benchmark.

Dia menekankan agar pengembang terus membangun rumah yang berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah, salah satunya dengan menyediakan kualitas air bersih sebagai kebutuhan dasar penghuni rumah bersubsidi. “Saya utamakan air. Tadi saya coba airnya cukup bagus,” ujar Menteri Basuki.

Selain itu, dia juga mengingatkan pengembang untuk menyiapkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang layak bagi penghuni. Kementerian PUPR akan mendukung meningkatkan kualitas kawasan hunian tersebut melalui bantuan Prasarana dan Sarana Umum (PSU) seperti jalan lingkungan dan drainase.

APRESIASI PENGEMBANG
Wakil Ketua Umum DPP REI Umar Husin yang turut hadir mengucapkan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang sangat peduli terhadap pembangunan rumah rakyat terutama yang dibangun anggota REI di Balikpapan dan Riau. Perumahan Griya Setia Bangsa yang ditinjau kepala negara adalah perumahan milik anggota REI Riau.

“Kami dari DPP REI sangat mengapresiasi pemerintah khusus Presiden Joko Widodo yang sudah memberikan harapan kepada pengembang perumahan rakyat di seluruh Indonesia,” kata Umar seperti dikutip dari Riau Pos.

Kehadiran Presiden Jokowi, tambah dia, menambah semangat bagi anggota REI di Tanah Air untuk terus mendukung penyediaan rumah subsidi yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hal itu sejalan dengan komitmen REI sebagai garda terdepan dalam membangun rumah rakyat.

“REI mendukung penuh program pemerintah dalam pembangunan satu juta rumah,” kata Umar. Ditambahkan, di Riau pada tahun ini ditargetkan pembangunan sebanyak 12 ribu unit rumah subsidi tipe 36, dan diyakini akan tercapai dengan dukungan dan kerja keras seluruh anggota REI. RIN