INFRASTRUKTUR

Dukung Arus Mudik

Tol Pejagan-Pemalang Beroperasi Mulai Mei Ini

Administrator | Kamis, 22 November 2018 - 15:32:05 WIB | dibaca: 43 pembaca

Foto: Istimewa

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan pada Mei 2018, seksi 3 dan 4 tol Pejagan-Pemalang sepanjang 37 km dari Brebes Timur hingga Pemalang bisa beroperasi.

Dengan demikian pada mudik Lebaran 2018, pemudik yang ke arah Semarang tidak lagi keluar Pintu Tol Brebes Timur, namun bisa meneruskan Ke ruas tol Pemalang-Semarang sepanjang 114,2 km yang akan dibuka fungsional atau belum dikenakan tarif tol.

“Kita berupaya agar mudik Lebaran tahun 2018 lebih baik dari tahun lalu. Tahun ini tidak ada lagi jalur darurat. Kondisi jalan yang fungsional sudah kondisi perkerasan beton atau aspal yang kualitasnya lebih baik dari lean concrete,” jelas Menteri Basuki saat meninjau kondisi tol Pemalang hingga Salatiga, Sabtu (14/4/2018).

Di ruas tol Pemalang-Batang dengan panjang total 39,2 km dilakukan percepatan pada Seksi 1 Pemalang-Pekalongan sepanjang 17 km yang menjadi titik kritis diruas tersebut. Kondisi tanah yang lunak mengakibatkan pengerjaannya menggunakan teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM). Percepatan dilakukan dengan meningkatkan intensitas pekerjaan penimbunan tanah dari semula 5 ribu m3 perhari, sekarang sebanyak 20 ribu m3 per hari. Ruas yang sudah selesai ditimbun dilanjutkan penghamparan batu agregat.

“Pertengahan Mei sudah bisa dimulai pengaspalan dan akan selesai dalam dua minggu. Saya akan kesini lagi untuk melakukan pengecekan pada awal Mei 2018,” kata Menteri Basuki.

Pengusahaan jalan tol Pemalang-Batang dilakukan melalui investasi PT. Pemalang Batang Toll Road yang sahamnya dimiliki oleh PT. Waskita Karya dan PT. Sumber Mitra Jaya.

Sementara untuk Tol Batang-Semarang sepanjang 75 km progres konstruksi sudah 75,4%. Saat meninjau pembangunan Jembatan Kali Kuto yang menjadi titik kritis di ruas tersebut, Menteri Basuki optimis akan bisa dilalui pada mudik Lebaran nanti.

“Satu setengah bulan lalu saya kesini bangunan bawah jembatan belum naik. Sekarang sudah berdiri dan minggu ke-3 April akan dimulai pemasangan rangka baja pelengkung jembatannya. Sehingga saya lebih optimis bisa digunakan saat mudik nanti,” kata Menteri Basuki.

Pengusahaan jalan tol Batang-Semarang dilakukan melalui investasi PT. Jasamarga Batang-Semarang dengan komposisi saham dimiliki oleh PT. Jasamarga dan PT. Waskita Karya. Konstruksi pada ruas tol ini seluruhnya dilakukan oleh PT. Waskita Karya.

Kementerian PUPR fokus menyelesaikan tol Trans Jawa bisa tersambung dari Merak hingga Banyuwangi pada akhir 2019 sesuai arahan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Tol Ngawi-Wilangan, 29 Maret 2018 lalu.

Tol Cisumdawu
Selain tol Pejagan-Pemalang, Menteri Basuki juga menargetkan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi I dan II sepanjang 28,5 km dapat selesai pada akhir 2019. Dia sempat meninjau terowongan kembar yang berada di seksi 2 ruas tol tersebut, Kamis (25/4/2018). Pembangunan terowongan kembar tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp 890 miliar.

“Masing-masing terowongan tersebut memiliki panjang 472 meter dengan diameter 14 meter. Saat ini, pekerjaan terowongan untuk sisi kanan telah tembus 280 meter, sedangkan untuk sisi kiri sudah mencapai 376 meter. Mudah-mudahan Agustus (sisi kiri) bisa tembus. Sedangkan yang kanan mungkin akhir 2018 bisa tembus,” kata Basuki.

Tol Cisumdawu sepanjang 61,6 km pembangunannya terbagi ke dalam enam seksi. Seksi I dan II mulai dari Cileunyi hingga Sumedang didanai APBN dan pinjaman dari Pemerintah China sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Sementara Seksi III-VI sepanjang 32,6 km dikerjakan oleh badan usaha jalan tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol.

Konstruksi Seksi 2 sepanjang 17,05 km dibagi menjadi dua fase. Fase I dari Ranca Kalong-Ciherang dengan panjang 6,35 km sudah selesai tahun 2017. Sementara fase II Ciherang-Sumedang dengan panjang 10,7 km saat ini progresnya sudah 37,03% atau lebih cepat dari rencana 32,38%.

Untuk Seksi I sepanjang 11,4 km saat ini masih dalam tahapan pembebasan lahan. Secara keseluruhan pemebebasan lahan yang menjadi porsi Pemerintah sudah 83 persen, untuk porsi BUJT mencapai 93 persen.

Tol Cisumdawu akan meningkatkan mobilitas barang dan jasa dari selatan-utara Jawa Barat karena menghubungkan Tol Purbaleunyi dengan jalan Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) yang telah beroperasi. Akses Cisumdawu juga merupakan akses menuju Bandara internasional Kertajati di Majalengka.

“Kami targetkan selesai lebih cepat karena Bandara Kertajati juga sudah mulai beroperasi. Untuk ruas yang dikerjakan BUJT kami optimis bisa selesai lebih cepat karena tidak ada pekerjaan terowongan,” ujar Menteri Basuki.

Sementara dari empat seksi yang dikerjakan BUJT dibangun dengan investasi sebesar Rp 8,7 triliun. Saat ini seksi 3 sudah dimulai tahapan konstruksi sementara seksi lainnya dalam tahap pembebasan lahan. Ditargetkan sepanjang 4 km yang berada di seksi 3 akan selesai pada Maret 2019.

Total jumlah pekerja di Tol Cisumdawu sebanyak 1.202 orang dimana terdapat 70 pekerja level tenaga ahli berasal dari China. Tenaga ahli dari China tersebut bekerja bersama tenaga ahli dari Indonesia dalam pembangunan tunnel. (Rinaldi)