KAWASAN

Wah, Harga Apartemen di Jakarta Barat Terus Melejit

Administrator | Senin, 05 Februari 2018 - 10:44:24 WIB | dibaca: 168 pembaca

Harga apartemen di bawah Rp 1 miliar di Jakarta Barat terus meningkat, berdasarkan Property Index dari Rumah.com. Dari kuartal II 2016 hingga kuartal II 2017 (year on year), harga apartemen di kawasan ini naik dari Rp 15,45 juta per meter persegi menjadi Rp 17,19 juta per meter persegi.

Kenaikan harga rata-rata apartemen ini paling mencolok terjadi pada kuartal IV tahun 2016, yang mencapai 3,10 persen dan di kuartal II tahun 2017 hingga 3,13 persen.

Menurut Country Manager Rumah.com, Wasudewan, kenaikan harga apartemen di Jakarta Barat didukung banyak faktor. Antara lain telah beroperasinya tol JORR 2. Jalan tol sepanjang 7,87 kilometer tersebut telah memangkas jarak Jakarta Barat menuju tol Jagorawi maupun ke Bandara Soekarno Hatta.

Faktor lain adalah pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) yang akan melintasi kawasan Jakarta Barat dan proyek Right of Way (ROW) di Jalan Joglo Raya yang turut mendorong kenaikan harga apartemen di kawasan tersebut.

Selain didorong infrastruktur memadai, pasar dari kalangan menengah ke atas juga sudah banyak yang memburu perumahan baru di kawasan Jakarta Barat.

“Dan jangan lupa, kawasan ini juga memang dipersiapkan Pemprov DKI menjadi Sentra Pengembangan Bisnis Barat (SPBB). Ini turut mendukung penyerapan apartemen di Jakarta Barat,” ungkap Wasudewan.

Akses menuju pusat kota dan bandara juga dekat sehingga menyokong aktivitas para pebisnis. Tak mengherankan, kalau banyak investor yang berinvestasi properti di kawasan ini, karena tak perlu khawatir kesulitan mencari penyewa. Banyaknya pengembang asing yang sedang membangun apartemen di Jakarta Barat dan sekitarnya juga ikut mendongkrak pasar apartemen menengah di wilayah tersebut.

Data yang dirilis Colliers International Research Indonesia menyebutkan area Jakarta Barat terpantau terus menambah suplai apartemen baru pada tahun ini. Rencananya akan ada sekitar 12 apartemen baru yang bakal rampung di kawasan tersebut.

Bahkan berdasarkan riset tersebut, dari tambahan pasokan apartemen pada 2017 dan 2018 masing-masing sebesar 28.014 unit dan 24.298 unit, kontribusi terbesarnya salah satunya dari Jakarta Barat, selain dari Jakarta Selatan dengan persentase masing-masing 20% dari keseluruhan pasokan.

DIMINATI PENGEMBANG
Pasar apartemen yang prospektif dilirik pengembang. Beberapa developer saat ini sedang dan akan membangun proyek di Jakarta Barat, seperti Keppel Land dan Gapuraprima Group.

Pengembang terbesar asal Singapura, Keppel Land, saat ini sedang membangun dua tower apartemen di Jakarta Barat. Bahkan pengerjaan konstruksi West Vista tahap I ditargetkan rampung pertengahan 2018.

Presiden Direktur Keppel Land Indonesia, Sam Moon Thong, mengungkapkan proyek yang sedang dikembangkan ini berlokasi strategis dan terintegrasi oleh jaringan utama transportasi serta fasilitas pendukung termasuk pusat perbelanjaan dan sekolah internasional. Selain jaraknya yang dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta.

Dibangun di atas lahan seluas tiga hektare, West Vista terdiri dari dua tower masing-masing setinggi 45 lantai dengan jumlah 2.855 unit. Berbagai tipe unit yang ditawarkan bervariasi antara 30 meter persegi hingga 65 meter persegi.

“Kami sudah memulai pembangunan West Vista tahap pertama yang ditargetkan rampung pertengahan 2018, dimana saat ini konstruksinya sudah mencapai lantai 21,” ungkap Sam Moon Thong.

Sementara itu, Managing Direktur PT Perdana Gapuraprima Tbk. Arvin Iskandar juga menyatakan rencana untuk meluncurkan dua proyek baru tahun ini berkonsep high rise building pada semester II 2017. Salah satunya proyek apartemen di Jalan Lingkar Luar Puri, Jakarta Barat sebanyak empat tower di atas lahan 1,5 hektare (ha) dengan total kapasitas 1.200-1.300 unit.

Rencananya, tahap awal akan dirilis satu tower berkapasitas sekitar 500 unit yang akan dibanderol dengan harga mulai Rp 18 juta per m2. Adapun tipe unit yang ditawarkan mulai dari 25 meter persegi.

Selain membangun apartemen, Gapuraprima juga berencana membangun rumah sakit di kawasan tersebut dan proyek komersial lain. Proyek ini akan menjadi kawasan mixed use. RIN