30-04-2013 16:34:58

TABUNGAN PERUMAHAN RAKYAT: Pemerintah Keberatan 'Sharing' Iuran

JAKARTA—Pemerintah pun merasa keberatan terhadap rencana sharing iuran tabungan perumahan rakyat (Tapera) antara pekerja dan pemberi kerja/pemerintah seperti usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Rancangan Undang-Undang Tapera.

Sebelumnya, keberatan juga diungkapkan Asosiasi Pengusaha Indonesia yang merasa sulit melakukan pengembangan dan berkompetisi di dunia usaha, jika ada beban pengeluaran seperti itu.

Seperti diketahui, dalam RUU Tapera diusulkan adanya iuran untuk keperluan perumahan mencapai 5% dari upah. Dalam Naskah Akademik RUU Tapera, pemberi kerja/pemerintah kemungkinan akan dikenakan sharing sampai 2% dari total 5% iuran.

Ketua Panitia Khusus RUU Tapera Yoseph Umar Hadi mengungkapkan keberatan yang disampaikan pemerintah tertuang dalam daftar inventarisasi masalah RUU Tapera yang diserahkan beberapa waktu lalu kepada DPR.

“Pemerintah tidak sependapat kalau harus sharing. Misalnya dari 5% itu 2,5% ditanggung oleh pekerja dan 2,5% pemerintah. Pemerintah merasa tidak sanggup untuk itu,” katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (29/4/2013).

Padahal, sambungnya, pemerintah mempunyai kewajiban untuk menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tertuang dalam UU No. 1/2011 tentang Perumahan dan Permukiman. Menurutnya, pemerintah sebagai pemberi kerja juga berkewajiban untuk menyisihkan anggarannya untuk rakyat.

Meski anggaran untuk Kementerian Perumahan Rakyat besar, tetap saja belum mampu memenuhi hal itu. Sehingga, imbuhnya, dibutuhkan mobilisasi pembiayaan perumahan.

“Kita akan perdebatkan lagi hal itu. Mungkin pemerintah merasa keberatan karena dia juga tidak mau repot meyakinkan pengusaha untuk menyisihkan anggaran untuk sharing iuran,” ujarnya. (Fatia Qanitat) (bisnis.com)

About REI

Tunas yang baru tumbuh tak seketika menghasilkan buah ranum untuk dipanen. tunas akan dihadapkan pada kepastian tentang nasibnya: mati, tumbuh kerdil, tumbuh liar, atau berkembang menjadi pohon rindang yang banyak memberi manfaat kepada kehidupan.  [selengkapnya]

Agenda

Berita

Liputan Utama

Pelemahan Rupiah Goyang Industri Properti?
Mata uang rupiah terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (US$) beserta mata uang dunia lainnya sejak bulan Agustus 2013. Sejumlah sektor ekonomi Indonesia pun mengalami goncangan. Apakah sektor properti termasuk yang terkena dampaknya?

Liputan Utama

Catatan Awal Tahun KPR Bersubsidi
Mirisnya, tahun lalu, realisasi target penyaluran KPR FLPP itu jauh panggang dari api.

Liputan Utama

Teguh Satria: Kebijakan Perumahan Tidak Didukung Menkeu
Kebijakan perumahan yang diluncurkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) saat ini tidak didukung oleh Menteri Keuangan.
Realestat Indonesia, Rukan Simprug Indah JL. Teuku Nyak arief NO.9B, Kebayoran Lama Jakarta - Selatan , Telp.021-72789105(hunting), Fax.021-72789155 Email : dpprei@yahoo.com, Website : rei.or.id
DPP REI - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia © 2008-2012. AllRight reserved